donni's posts with tag: what my heart feels
"I've lost a good friend, ...will I lose my other good ones then?"
Sudah 3 minggu saya pindah ke tempat baru di Cilebut, dan hidup saya menjadi berubah! Saya harus beradaptasi dengan banyak hal di sana - adaptasi yang [sangat] berat, yang menimbulkan kendala-kendala. Kendala-kendala itu cukup mengganggu dan membuat saya kehilangan semangat. Pertama pindah hari Minggu 6 Januari 2008, saya hanya memindahkan barang-barang dan tetap tidur di tempat lama [Ciawi]. Barang-barang tersebut dibiarkan di dalam kardus-kardus dan kantong-kantong plastik. Kemudian saya pindah secara total hari Kamis 10 Januari. Kendala pertama yang saya hadapi adalah: listrik mati. Sebelumnya, saya sudah menghubungi PLN Semplak tentang masalah itu. Mereka mengirim teknisi untuk mengecek dan memperbaiki aliran listrik yang terputus itu, tetapi tetap saja listrik di rumah saya tidak menyala. Selanjutnya saya minta tolong teknisi kantor untuk mengecek. Ternyata, memang ada kerusakan. Kabel arus dan massa tidak terpasang dengan semestinya. Kendala kedua adalah air. Pompa air yang disuplai oleh developer tidak bisa digunakan dan saya harus membeli pompa baru yang lebih baik. Seorang kawan [tetangga di blok lain] membantu saya memasangnya. Setelah airnya mengalir [walau kurang bersih - kata kawan saya itu saya harus menambah kedalaman sumur untuk mendapatkan air yang banyak dan bersih, tetapi saya tidak punya cukup uang lagi untuk itu], ternyata ada kebocoran pada pipa yang dipasang di atas plafon [di bawah atap]. Airnya merembes turun menembus plafon. Akhirnya saya matikan pompanya. Sebagai solusinya, seorang kawan [tetangga sebelah rumah] menyuplai kebutuhan air saya hari per hari sampai saya bisa memperbaiki atau mengganti pipa yang bocor di atas plafon. Semangat saya jadi berkurang karena saya biasanya tinggal di tempat yang airnya selalu mengalir dengan baik dan berlimpah. Sekarang, saya mesti hidup dengan suplai air dari tetangga. Berat sekali!!! Saban pagi atau malam saya mengangkat air beberapa ember untuk mengisi bak mandi dan gentong [ember besar]. Kendala berikutnya adalah jarak tempuh yang lumayan jauh dari kantor. Kalau dulu saya membutuhkan 10 menit ke kantor dan sekarang saya harus berjalan kaki ke stasiun Cilebut, terus naik kereta api [KA] sampai stasiun Bogor. Dari sana, saya mesti naik 2 kali angkot lagi untuk sampai kantor. Untuk satu hal mungkin oke-oke saja, contohnya ketika saya berpergian ke Jakarta saya tinggal naik KA. Tetapi, untuk banyak hal jarak yang cukup jauh ini melelahkan. Semisal ketika saya balik dari Jakarta, saya tidak bisa pulang larut [seperti yang biasa saya lakukan]. KA terakhir dari stasiun Cawang pukul 20.30, dan kalau pulang naik bis rute yang saya tempuh cukup jauh: UKI-Terminal Bogor-Juanda-Cilebut. Bisa dibayangkan besoknya mesti kerja lagi! Selanjutnya, cuaca di tempat baru sangat panas – padahal Cilebut itu masih bagian dari Bogor. Tidur saya tidak pernah nyenyak karena keringat yang mengucur lancar dari sekujur tubuh dan nyamuk berdengung di semua penjuru. Salah satu solusinya adalah dengan menyalakan kipas angin, walau panas dan nyamuk tidak hilang seratus persen. Bagi saya, beradaptasi di tempat baru ini sangat berat. Barang-barang saya belum ditata dengan baik, masih tersimpan di dalam kardus dan kantong plastik yang teronggok di sudut-sudut ruangan. Hari Minggu 20 Januari, saya sempatkan untuk membereskan barang-barang tersebut, tetapi karena telat dan salah makan maag saya kambuh. Saya terpaksa istirahat di rumah selama hampir seminggu. Sampai sekarang sakit di perut masih terasa, dan saya khawatir sakitnya lebih dari sekadar maag. I think I must see the doctor again tomorrow morning!
 | SPIRIT | Dec 4, '07 9:39 PM for everyone |
I want my S.P.I.R.I.T back! That's all, God.
I am confused. I have found 'something' different. I dunno what's goin' on!
In fact, to be rejected is the most painful pain.
Let’s move to an [un]certain place… away from this comfort zone that actually is not comfortable. Why don’t I dare to move on? I need to grow up, to go far, to leave this place, to feel the real life and world. Yet, I still stay here!
It’s so cool tonight. I’m sitting on a chair in the verandah while listening to Nana Mouskouri. Her voice spreads over my body with good music and lyric. Oh my God, I’m so relaxed now! So far, I’ve been listening to ‘The White Rose of Athens’, ‘Only Love’, ‘All My Trials’, and ‘The Lonely Shepherd.’ And, there’ll still be several songs from her to come to join my time before falling asleep. [Thursday night, July 5 2007 – 9.20 pm]
Dari Kamis sore hati gue ngga berbentuk karena sudah rusak! Hehehe... To overcome what's going on, semalam gue nonton 'Transformers' di BTM 21-Bogor. Tetapi, tetap saja ngga ada pengaruhnya - malah rusaknya makin menjadi-jadi selaras dengan hebohnya film tersebut. Ketika sedang menonton filmnya, gue membayangkan pengen cepat pulang dan langsung tidur sesampai di rumah [berharap tidur pulas, ngga seperti yang sudah-sudah.] Habis nonton gue langsung pulang! Di rumah bukannya langsung tidur, eh malah merokok di beranda sambil mendengarkan 'Lagu Untuk Sebuah Nama', 'Seberkas Cinta Yang Hilang', dan 'Episode Cinta Yang Hilang' dari Ebiet G. Ade. Gue putar lagu-lagu tersebut berulang kali, biar lirik dan melodi semakin masuk ke otak dan hati. Sayangnya, Bir Bintang di kulkas gue sudah habis!
I dunno why such disaster comes again on these great days! My youngest brother, Jack is arrested by the police today, it's the same as Lebaran days 3 years ago. Oh my goodness! Does he know how our mother hardly took his food to the police station within a week in 2003. I still remember that my family and relatives took him to Jakarta twice in July-2002 and February-2005 only to get rid of him from his friends whom one by one was arrested due to drug trade. Jack, will you change into better? It's for the sake of your life!
"...ternyata letih, lelah, & lunglai ketika berpuasa bukan karena lapar, haus, dan banyaknya pekerjaan yang dilakukan, tetapi karena suasana hati yang buruk diakibatkan oleh teman sendiri."
"...ternyata letih, lelah, & lunglai ketika berpuasa bukan karena lapar, haus, dan banyaknya pekerjaan yang dilakukan, tetapi karena suasana hati yang buruk diakibatkan oleh teman sendiri."
|
|