| |
donni's posts with tag: film: love
   | Love | Feb 22, '08 5:28 AM for everyone |
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Love. Cinta. Love Actually. ‘Love’ memaparkan lima cerita tentang cinta. Lima cerita yang terjadi di Jakarta, yang satu sama lain saling bersentuhan. Kelima cerita itu disusun dengan penceritaan yang sederhana tetapi cukup menarik. Berbagai masalah cinta dihadapi oleh masing-masing tokoh dalam lima cerita yang berbeda. Ada cerita tentang Iin [Acha Septriasa] yang mencari kekasihnya ke Jakarta. Dia berangkat dari Sukabumi untuk mencari Heri yang telah menghamilinya. Kemudian dia bertemu Rama [Fauzi Baadila], seorang pekerja di percetakan yang masih mencintai mantan kekasihnya yang sekarang menjadi kakak ipar Rama. Selanjutnya Tere [Luna Maya], seorang penulis novel terkenal yang jatuh hati pada Awin [Darius Sinatria]. Awin seorang penjaga toko buku yang berpotensi untuk menjadi penulis terkenal tetapi susah bergaul dengan teman-teman Tere. Kemudian ada pasangan suami istri, Gilang [Surya Saputra] dan Miranda [Wulan Guritno] yang mempunyai seorang anak autis bernama Icha. Rumah tangga mereka yang sudah berjalan delapan tahun tidak direstui oleh orang tua mereka karena Miranda hamil sebelum nikah. Cerita berikut tentang Nugroho [Sophan Sophian], seorang bapak yang terserang alzhaimer. Dia selalu pergi ke sekolah seolah-olah dia seorang guru, dan orang-orang memanggilnya ‘Pak Guru’. Dia bertemu Lestari [Widyawati], seorang janda penjual soto di dekat sekolah yang berempati terhadap penyakit Nugroho. Terakhir cerita tentang Restu [Irwansyah], seorang mahasiswa. Dia mengalami cinta pada pandangan pertama terhadap Dinda [Laudya Cynthia Bella] ketika mereka saling lirik di dalam bus TransJakarta. Dinda seorang guru TK khusus untuk anak-anak autis. Dia menolak cinta Restu karena Dinda menderita kanker payudara stadium tinggi. Love disutradarai oleh Kabir Bathia, seorang sutradara Malaysia keturunan India. Film ini merupakan adaptasi dari sinetron ‘Cinta’ dan ‘Sepi’ karya Kabir sendiri untuk stasiun televisi di Malaysia. Titien Watimena bertindak sebagai penulis skenario dan co-sutradara. Film ini dihiasi oleh banyak bintang film Indonesia. Saya suka bahasa gambar film ini. Pengambilan gambar yang indah, detail, dan memvisualkannya dalam dua sisi yang kadang dishoot dengan agak close up terasa sungguh baik. Editingnya cukup halus walau perpindahan gambarnya sangat banyak. Akting para pemain juga apik. Acha Septriasa bisa memerankan seorang gadis Sunda, pasangan Sophan Sophian dan Widyawati bermain bagus. Erwin Gutawa dan The Bulgarian Symphony Orchestra berhasil mengiringi film ini lewat musik yang bagus. Sayangnya, ide film ini tidak original - terlihat sekali pengaruh film Inggris ‘Love Actually’. Bedanya, Love Actually dibuat untuk Natal sedangkan Love untuk Valentine. Di Love Actually, para tokohnya bertemu secara tidak langsung di airport sedangkan di Love, mereka bertemu di rumah sakit. Kemudian, ada beberapa ‘kesamaan’ yang ‘kebetulan’ sama dari kedua film ini. Kejutan musik ketika pesta perkawinan di Love Actually juga ditemukan di Love di saat Awin ulang tahun dan ketika Awin menyatakan cintanya pada Tere. Kemudian, cerita tentang tertangkap basah sedang berselingkuh [Amanda dan seorang pria], beli kalung untuk kejutan [Gilang], dan cara menshoot eskalator juga ‘agak’ mirip dengan Love Actually. Bagi yang sedang mencari cinta, ditinggal cinta, dan jatuh cinta, tontonlah film ini walaupun menemukan beberapa kesamaan dengan film Love Actually.

|
|
|