Jumat sore tanggal 9 November 2007, saya sibuk memutar otak untuk segera sampai di Jakarta! Di kantor, saya masih asik chatting sama teman-teman seputar acara akhir pekan ke pulau dan menghadiri launching buku kedua Urip Herdiman Kambali. Teng jam 5 sore, saya pulang ke rumah untuk beres-beres dan mandi. Selepas Magrib, saya naik bis ke Jakarta. Tujuan pertama adalah Plaza Semanggi, bertemu dengan Kizz. Saya mesti menitipkan ransel ke dia.
Kemudian saya ke Café Omah Sendok dengan ojeg. Saya sudah berjanji dengan Mas Urip dan teman-teman yang lain untuk hadir di acara launching buku antologi puisi kedua Mas Urip ‘Karna, Ksatria Di Jalan Panah’. Saya bertemu dan beramah-tamah dengan beberapa teman di sana: Bunda Inez, Widi, Sarah, Milla, Mbak Olin, Setyo, Epri, Uni Wanda Leopolda, Danielle, dll. Ketika saya datang acara baru saja dimulai, yaitu Musik Pembuka: Sirius/Eye In The Sky [The Alan Parsons Project.] Saya makan sendirian karena yang lainnya sudah makan sebelum acara dimulai. Waktu sesi penyerahan buku saya dipanggil ke depan untuk menerima buku sebagai wakil dari BungaMatahari, Anya Rompas berhalangan hadir. Saya kaget karena ada beberapa komunitas yang dipanggil seperti Apresiasi Sastra, Bali Usada, M-Claro Society, Sejarah UI selain BungaMatahari. Tadinya saya berencana sebentar di acara tersebut, saya masih ada janji dengan Bem untuk datang ke acara The 3rd Anniversary of Concept Magazine di Nine Clouds-Menara Jamsostek. Berhubung saya ditodong untuk membacakan satu puisi dari buku ‘Karna’ tersebut, maka saya berada agak lama di Omah Sendok. Saya memilih membacakan puisi pendek dengan judul ‘Kunti, Kekasih Para Dewa’, yang merupakan pembacaan puisi terakhir. Setelah membacakannya, saya pamit. Saya langsung ke Nine Clouds untuk bertemu Bem.
Kebetulan di Nine Clouds Maliq and the Essentials sedang tampil. Penampilan mereka lumayan buat menghangatkan suasana. Bem mengenalkan saya kepada teman-temannya. Saya berada di club tersebut sekitar 1 jam. Kemudian Bem dan saya ke Blok S untuk makan dan ngobrol-ngobrol. Kizz, Nabil, DQ, dan Dini datang menjemput. Kita menuju nasi goreng Kebon Sirih. Dari sana kita ke Mas Kemal, Titi, dan Elvi di Hotel Mercure Ancol tanpa Bem. Di bar hotel Mas Kemal dan Titi sedang minum wine sedangkan Elvi di kamar hotel nonton MTV Classic. Setelah semuanya berada di kamar hotel, Titi played the 80s dance music. Kekacauan dimulai. Kita berjoged-joged gila [kecuali Elvi dan Dini.] Setelah suasana mereda, Nabil mengajak saya ke bar untuk minum bir. Nabil mentraktir saya. Thanks Billy! Biasanya, saya berantem dengan Nabil tapi di bar itu malah kita akur. Hahaha... Akhirnya, kita balik ke kamar buat tidur.
Sabtu pagi jam 6 [10 November], kita mesti bangun! Sebelum mandi, kita jogedan gila dulu. Titi was our DJ. Kizz, Titi, and I danced while singing and jumping. Later on, we went in hurry to Marina Bay. Tepat jam 8 pagi boat yang kita tumpangi berlayar ke Pulau Bintang. Boat tersebut singgah sebentar di Pulau Pramuka dan Putri untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Di Pulau Pramuka naiklah seorang cewe Belanda, Sarie. Dia adalah Tourist Counsellor. Kita sempat ngobrol-ngobrol dengannya. Jam 10 kita sampai di Pulau Bintang. Wow, it’s bloody interesting! Cottage tempat kita menginap cukup luas dan menyenangkan. Kita berbenah sebentar. Kemudian Titi Suwondo, sang DJ memainkan musik zaman dulu yang berbeat riang. Kita langsung bernyanyi, berjoged gila, dan lompat-lompat sambil difoto narsis dan nista. Setelah itu, Elvi, DQ, Kizz, dan saya memasak untuk makan siang. Ini sesi yang lumayan asik! Menu kita: nasi, mi instant, telur orat-arit dengan sosis, sup sayur+jamur. It’s yummy. Setelah makan siang kita rehat sebentar. Saya memilih duduk-duduk di tepi pantai sambil membaca Koran ditemani Elvi dan Kizz. Then, kita main dan berfoto dengan aneka gaya di dermaga utama, terus jalan kaki menelusuri hutan kecil di Pulau Bintang. Menjelang senja kita berenang di pantai.
Malamnya kita tidak keluar cottage karena hujan dan angin kencang. Ternyata di Jakarta dan sekitarnya, ada badai dan banjir. Elvi, DQ, Dini, dan Nabil memasak, dilanjutkan dengan makan malam. Selesai makan, kita joged dan foto-foto, dan tidur.
Bangun pagi jam 7 [11 November 2007], saya langsung mendengarkan musik. Elvi sibuk menyiapkan sarapan, Titi & DQ berfoto di pantai, Nabil sibuk dengan laptopnya, Mas Kemal masih tidur, Kizz & Dini ke mana ya? Sorry guys, lupa! Selesai Elvi memasak, kita sarapan. Selanjutnya saya tertidur di ruang tengah.
Ketika bangun, Titi & DQ mengajak saya ke dermaga kecil untuk berfoto. Next, DQ dan saya berjemur dan berenang di pantai. Ini sangat menyenangkan di bawah sinar matahari yang tidak terlalu panas. Titi sibuk di dapur, Kemal dan Dini menata meja. Menjelang siang kita berkemas, mandi, dan makan siang, dan berfoto [lagi]. Tepat pukul 1 siang kita meninggalkan Pulau Bintang. Kita transit dulu di Pulau Putri selama 45 menit. DQ dan saya masuk ke Underwater Aquarium melihat beragam ikan. Tepat jam 2, boat berlayar menuju Jakarta.
Sesampainya di Marina Bay, kita menuju tempat parkir mobil di depan Hotel Mercure. Then, kita main bowling di Hailai Ancol. Selanjutnya makan malam di rumah makan Batam Seafood di depan Mangga Dua Square. We’re parted. Kizz took us to Salemba. DQ dan saya naik Trans Jakarta ke UKI. Finally, saya langsung naik bis ke Bogor. Jam 10.15 malam saya sampai di rumah.
[Thank lotz to Buk Titi, Mas Kemal, Kizz, Nabil, DQ, Dini, Elvi, Bem, and Mas Urip.]
PS: http://tentangakusaja.multiply.com/photos/album/33
http://tentangakusaja.multiply.com/photos/album/34
http://tentangakusaja.multiply.com/photos/album/35
http://theurhekaproject.blogspot.com