warm smile|good heart|high spirit|positive thinking|white love|lovely mates|happy life|fresh air|beautiful day|starry night

I read, watch, listen...

Category:Music
Genre: Alternative Rock
Artist:Radiohead
Akhirnya, album The Best Of Radiohead dirilis juga oleh Parlophone [EMI] walaupun [saya yakin] banyak penggemar Radiohead tidak setuju bahkan [mungkin] para personil band tersebut. Salah satu atau dua alasan mengapa banyak yang tidak setuju dengan album kumpulan lagu-lagu terbaik ini adalah akan sangat sulit memilih lagu-lagu lama Radiohead yang dianggap terbaik karena hampir semua lagu mereka mempunyai materi yang bagus baik dalam musik maupun lirik, apalagi masing-masing lagu tersebut ‘seolah’ saling bercerita, yang dengan kata lain mereka saling terkait - dan ditambah lagi keunikan Radiohead yang tidak bisa disamakan dengan band-band lain di planet ini. Bagi saya, sah-sah saja Parlophone mengeluarkan album The Best Of Radiohead, dengan alasan sebagai ‘perpisahan yang manis’ yang berujung bisnis karena album ini pasti akan laku di pasaran atau sebagai ‘tanda’ berakhirnya kontrak Radiohead dengan major label. Album ini disebut sebagai ‘special edition’ karena berisi dua CD dengan 29 lagu.
Radiohead bermula dari pertemanan lima anak muda di Oxford, Inggris. Mereka adalah Thom Yorke, Jonny Greenwood, Colin Greenword, Ed O’Brien, dan Phil Selway. Lagu-lagu mereka cenderung gelap dan bernuansa depresi yang dikemas dalam warna musik pop alternative, rock, dan punk. Single pertama Radiohead ‘Creep’ dirilis September 1992, yang kemudian masuk di album pertama mereka ‘Pablo Honey’ yang dirilis 22 Februari 1993. Creep sangat melegenda seperti ‘Smell Like Teen Spirit’-nya Nirvana, dan merupakan satu dari ‘the great slacker anthems’. Lagu ini pertama kali menjadi hit di Israel, kemudian seorang pendengar di sana mengirim lagu itu ke satu stasiun radio di San Fransisco, Amerika Serikat. Stasiun radio tersebut memutar lagu tersebut dengan respons yang sangat bagus dari pendengar sehingga Creep menjadi hit di Amerika Serikat dan seluruh dunia, termasuk di negara asalnya.
Sepanjang berkarir di dunia rekaman dari tahun 1992 sampai sekarang, Radiohead sudah merilis 6 full album, 2 mini album [EP], dan 1 album live recordings dengan Parlophone, 1 dengan indie label, dan beberapa single atau track. Debut album Radiohead adalah ‘Pablo Honey’ [1993] dengan hit lagu Creep yang sangat luar biasa itu. Album yang bercorak alternative rock dengan beberapa lagu bagus ini laku jutaan kopi. Disusul mini album ‘EP: My Iron Lung’ [1994], yang merupakan metafor terhadap kesuksesan lagu Creep. Pada 13 Maret 1995, mereka merilis album kedua yang berjudul ‘The Bends’. Semua lagu di The Bends bagus seperti ‘High And Dry’, ‘Fake Plastic Trees’, ‘Just’, ‘Street Spirit [Fade Out]’. Walau lagu-lagu di album The Bends lebih gelap, mereka ingin menyampaikan bahwa lagu Creep bukanlah ‘one hit wonder’ atau bukan satu-satunya lagu bagus Radiohead yang akan dikenang di masa nanti. ‘OK Computer’ adalah album ketiga Radiohead yang dirilis 16 Juni 1997. Album ini menjadi album Nomor 1 pertama mereka. Banyak kritikus musik menyebut OK Computer salah satu album terbaik yang pernah dibuat. Album ini juga memenangkan The 40th Annual Grammy Awards 1998 untuk kategori ‘Best Alternative Music Performance’. ‘Karma Police’, ‘Paranoid Android’, ‘No Surprises’ merupakan hit besar. Tahun 1998, mereka mengeluarkan mini album ‘EP: Airbag/How Am I Driving’. Kemudian album keempat ‘Kid A’ dirilis 2 Oktober 2000. Album Kid A berbeda dengan album sebelumnya, ada unsur elektronika, industrial beats. ‘Everything In Its Right Place’ merupakan salah satu hit album ini. Mereka mendapatkan The 43rd Annual Grammy Awards 2001 untuk kategori ‘Best Alternative Music Album’. Pada 4 Juni 2001, album kelima ‘Amnesiac’ dirilis. Materinya tidak jauh berbeda dengan album keempat. ‘Pyramid Song’, ‘I Might Be Wrong’, ‘Knives Out’ merupakan hit di album itu. Album live ‘I Might Be Wrong: Live Recordings’ dirilis 12 November 2001. ‘Hail To The Thief’, album keenam, dirilis pada tanggal 9 Juni 2003. Sebelum dirilis, materi album ini sudah bocor dan membuat Radiohead marah. Hail To The Thief merupakan album terakhir mereka dengan Parlophone dengan hit ‘There There’ dan ‘ 2+2=5’. Album terakhir mereka ‘In Rainbows’ dirilis tahun kemarin. Ini album pertama mereka setelah keluar dari major label.

Track
CD 1:
1. Just [The Bends – 1995]
2. Paranoid Android [OK Computer – 1997]
3. Karma Police [OK Computer – 1997]
4. Creep [Pablo Honey – 1993]
5. No Surprises [ OK Computer – 1997]
6. High And Dry [The Bends – 1995]
7. My Iron Lung [EP: My Iron Lung – 1994, The Bends – 1995]
8. There There [Hail To The Thief – 2003]
9. Lucky [OK Computer – 1997]
10. Fake Plastic Trees [The Bends – 1995]
11. Idioteque [Kid A – 2000]
12. 2+2=5 [Hail To The Thief – 2003]
13. The Bends [The Bends – 1995]
14. Pyramid Song [Amnesiac – 2001]
15. Street Spirit (Fade Out) [The Bends – 1995]
16. Everything In Its Right Place [Kid A – 2000]

CD 2:
1. Airbag [OK Computer – 1997]
2. I Might Be Wrong [Amnesiac – 2001]
3. Go To Sleep [Hail To The Thief – 2003]
4. Let Down [OK Computer – 1997]
5. Planet Text [The Bends – 1995]
6. Exit Music (For A Film) [OK Computer – 1997]
7. The National Anthem [Kid A – 2000]
8. Knives Out [Amnesiac – 2001]
9. Talk Show Host [OST Romeo & Juliet – 1996]
10. You [Pablo Honey – 1993]
11. Anyone Can Play Guitar [Pablo Honey -1993]
12. How To Disappear Completely [Kid A – 2000]
13. True Love Waits [I Might Be Wrong: Live Recordings – 2001]




ReviewReviewReviewReviewRomantic...Lies...And BleedingApr 29, '08 5:34 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Alternative Rock
Artist:PAS a.k.a PAS Band
[Aquarius Musikindo - 2008]
PAS:
Yukie: Vocal
Bengbeng: Guitar, Bass, Drum Machine, Piano, & String
Trisnoize: Bass, Vocal
Sandy: Drum


Setelah merilis 'The BeAst of PAS', kumpulan lagu-lagu terbaik PAS pertengahan 2006 lalu dan tujuh album sebelumnya: 4 Through The Sap [1994] - album yang sangat fenomenal itu, In [No] Sensation [1995], IndieVduality [1997], Psycho I.D. [1998], Ketika... [2001], PAS 2.0 [2002], dan Stairway To Seventh [2004] akhirnya PAS mengeluarkan album kedelapan. Album tersebut berjudul 'Romantic...Lies...And Bleeding', dan memuat 12 lagu Alternative Rock khas PAS dengan lirik yang cukup bagus dan bervariasi.

Lagu pembuka 'Skandal' berirama Alternative Rock. Selanjutnya ada lagu 'Morning Bozz' bernuansa Reggae Rock [Ska], bercerita tentang Bali. 'Aku' [Band Version], lagu balad dengan lirik manis tetapi getir. String arrangement-nya dikerjakan oleh Andi Rianto dan saya yakin lagu ini akan menjadi hit. 'Romantic Tripsix' mempunyai unsur dance [Dancey Rock]. Di lagu 'Paris [Hilton]', iramanya agak Modern Rock dan Melanie Subono sebagai additional vocalist. Kemudian, saya menangkap muatan politik pada lagu 'Selamat Tinggal Terpuruk'. Coba baca kata-kata ini: "Selamat tinggal Tuan yang banyak bicara... selamat tinggal Tuan yang semena-mena, tak ada tempat bagimu sekarang..."
PAS juga meremake lagu lama Koes Plus 'Terang Bulan'. Lagu ini dibikin Ska dengan irama Rock yang kental. 'Arti Kawan' hadir di track 8, yang didedikasikan buat para Passer [part 2]. Dibalut gitar akustik dengan warna musik balada dan lirik yang bagus dan mengharukan, lagu ini cukup bisa menenangkan pikiran. Pada prolog lagu 'Raja Muda', ada suara anak-anak menyanyi [seperti dalam lagu-lagu dolanan] dalam bahasa Inggris. Lagu ini irama Rock-nya terasa sekali. 'Insanity' di urutan 10 ditulis dalam bahasa Inggris, bercerita tentang kebebasan. Pada lagu 'Mata Hati' sekilas mengingatkan saya pada lagu lama Denada 'Kujelang Hari' karena ada Rap. Terakhir, ada lagu 'Aku' dalam versi akustik.

Sebagai tambahan, saya bukanlah seorang Passer. Tetapi, saya selalu menunggu lagu-lagu dan album baru PAS [walau dalam penampilan live, suara Yukie sering tidak prima]. Bagi saya, PAS adalah band yang besar dan bagus! Ini terbukti dengan masuknya dua album mereka dalam 150 Album Indonesia Terbaik versi Rolling Stone Indonesia: No. 9 album 4 Through The Sap dan No. 101 album In [No] Sensation. Dan... saya merekomendasikan album ini dengan alasan, harganya CD-nya murah [Rp. 30.000], musik dan liriknya bagus, dan sebagai alternative yang sangat baik untuk menghindari telinga dari lagu dan lirik-lirik buruk yang ditawarkan Ungu, Naff, The Rock, dan band sejenis.

Track:
1. Skandal
2. Morning Bozz
3. Aku [Band Version]
4. Romantic Tripsix
5. Paris [Hilton]
6. Selamat Tinggal Terpuruk
7. Terang Bulan
8. Arti Kawan
9. Raja Muda
10. Insanity
11. Mata Hati
12. Aku [Acoustic Version]




PS: Saya bosan dengan ringtone dari lagu-lagu balad milik Letto, Ungu, Naff, Samsons, dan lainnya. Coba dengar lagu balad 'Aku' dari PAS. Indosat/XL: PAS3 dan Telkomsel/Flexi/Esia/Fren: 0310722.


ReviewReviewReviewLoveFeb 22, '08 5:28 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Love. Cinta. Love Actually.
‘Love’ memaparkan lima cerita tentang cinta. Lima cerita yang terjadi di Jakarta, yang satu sama lain saling bersentuhan. Kelima cerita itu disusun dengan penceritaan yang sederhana tetapi cukup menarik. Berbagai masalah cinta dihadapi oleh masing-masing tokoh dalam lima cerita yang berbeda. Ada cerita tentang Iin [Acha Septriasa] yang mencari kekasihnya ke Jakarta. Dia berangkat dari Sukabumi untuk mencari Heri yang telah menghamilinya. Kemudian dia bertemu Rama [Fauzi Baadila], seorang pekerja di percetakan yang masih mencintai mantan kekasihnya yang sekarang menjadi kakak ipar Rama. Selanjutnya Tere [Luna Maya], seorang penulis novel terkenal yang jatuh hati pada Awin [Darius Sinatria]. Awin seorang penjaga toko buku yang berpotensi untuk menjadi penulis terkenal tetapi susah bergaul dengan teman-teman Tere. Kemudian ada pasangan suami istri, Gilang [Surya Saputra] dan Miranda [Wulan Guritno] yang mempunyai seorang anak autis bernama Icha. Rumah tangga mereka yang sudah berjalan delapan tahun tidak direstui oleh orang tua mereka karena Miranda hamil sebelum nikah. Cerita berikut tentang Nugroho [Sophan Sophian], seorang bapak yang terserang alzhaimer. Dia selalu pergi ke sekolah seolah-olah dia seorang guru, dan orang-orang memanggilnya ‘Pak Guru’. Dia bertemu Lestari [Widyawati], seorang janda penjual soto di dekat sekolah yang berempati terhadap penyakit Nugroho. Terakhir cerita tentang Restu [Irwansyah], seorang mahasiswa. Dia mengalami cinta pada pandangan pertama terhadap Dinda [Laudya Cynthia Bella] ketika mereka saling lirik di dalam bus TransJakarta. Dinda seorang guru TK khusus untuk anak-anak autis. Dia menolak cinta Restu karena Dinda menderita kanker payudara stadium tinggi.
Love disutradarai oleh Kabir Bathia, seorang sutradara Malaysia keturunan India. Film ini merupakan adaptasi dari sinetron ‘Cinta’ dan ‘Sepi’ karya Kabir sendiri untuk stasiun televisi di Malaysia. Titien Watimena bertindak sebagai penulis skenario dan co-sutradara. Film ini dihiasi oleh banyak bintang film Indonesia.
Saya suka bahasa gambar film ini. Pengambilan gambar yang indah, detail, dan memvisualkannya dalam dua sisi yang kadang dishoot dengan agak close up terasa sungguh baik. Editingnya cukup halus walau perpindahan gambarnya sangat banyak. Akting para pemain juga apik. Acha Septriasa bisa memerankan seorang gadis Sunda, pasangan Sophan Sophian dan Widyawati bermain bagus. Erwin Gutawa dan The Bulgarian Symphony Orchestra berhasil mengiringi film ini lewat musik yang bagus.
Sayangnya, ide film ini tidak original - terlihat sekali pengaruh film Inggris ‘Love Actually’. Bedanya, Love Actually dibuat untuk Natal sedangkan Love untuk Valentine. Di Love Actually, para tokohnya bertemu secara tidak langsung di airport sedangkan di Love, mereka bertemu di rumah sakit. Kemudian, ada beberapa ‘kesamaan’ yang ‘kebetulan’ sama dari kedua film ini. Kejutan musik ketika pesta perkawinan di Love Actually juga ditemukan di Love di saat Awin ulang tahun dan ketika Awin menyatakan cintanya pada Tere. Kemudian, cerita tentang tertangkap basah sedang berselingkuh [Amanda dan seorang pria], beli kalung untuk kejutan [Gilang], dan cara menshoot eskalator juga ‘agak’ mirip dengan Love Actually.
Bagi yang sedang mencari cinta, ditinggal cinta, dan jatuh cinta, tontonlah film ini walaupun menemukan beberapa kesamaan dengan film Love Actually.


ReviewReviewReviewAgrikultureSep 26, '07 4:54 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Dance & DJ
Artist:Agrikulture
Album : Agrikulture
Artist : Agrikulture
Label : Aquarius/Future 10
Genre : Indie Dance
Year : 2007
Akhirnya, saya bisa juga menikmati debut album Agrikulture dengan self title - setelah sebelumnya saya terkagum-kagum dengan single Underground Trash di album kompilasi Jakarta Movement '05 [Produksi Aksara Records].
Agrikulture terdiri dari Aditya [drums, sampler, vocal], DJ Anton [decknician, electronic percussions], DJ Hogi [visuals, synthz, vocal], Fandy [lead vocal, bass], dan Emil [guitar, keys, vocal]. Mereka mengusung Electro Dance dengan unsur-unsur warna musik lainnya [seperti kata Edo Wallad.]
Ada 14 lagu di album perdana ini dengan sentuhan dance yang beragam. Lagu Underground Trash sedikit berbeda dibanding di album Jakarta Movement '05, juga lagu Disko Di Rumah. Disko Di Rumah merupakan lagu The Safari yang aslinya bernuansa Punk. Pada lagu New Day featuring Tika yang berirama light disco dengan nuansa jazz ringan ada suara Jason Tedjasukmana membacakan berita dalam bahasa Inggris. Tika tampil lebih santai dan berbeda dibanding cara dia bernyanyi di album solo Defrosted Love Songs.
Yang menarik pada album ini adalah lagu lama Benyamin Kompor Meledug diremake dengan suksesnya. Vocal Fandy cukup bisa membuat lagu ini terngiang lagi di benak! Pada track 9, lagu Dawai Damai [Belom Kelar...] mengusung light dance dengan unsur reggae yang dinyanyikan oleh vocalis tamu Edo Wallad [The Safari]. Tapi, suara Edo kurang dahsyat pada lagu ini dibanding pada lagu Disko Di Rumah dan Underground Trash. Personally, lagu Disko Di Rumah pernah menginspirasikan saya buat puisi bulan April tahun lalu.
Debut perdana Agrikulture lumayan buat joged-joged sendiri di rumah.

Track:
1. Penyusup Pesta
2. Kompor Meledug
3. Electrify
4. Underground Trash
5. New Day
6. Get Away
7. Gossip
8. Industrial Fire
9. Dawai Damai [Belom Kelar...]
10. La-La-La
11. The Last Chorus Of Lullaby Rhymes
12. Mana Gitarku
13. Gossip [Instrumental Mix]
14. Disko Di Rumah [Remix]


ReviewReviewReviewReviewMaaf, Saya Menghamili Istri AndaJul 5, '07 6:28 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Comedy
Maaf, Saya Menghamili Istri Anda adalah sebuah film komedi, debut karya Monty Tiwa. Ceritanya mengalir wajar dengan skenario yang bagus dan akting yang baik dari Ringgo Agus Rahman, Shanty, dan Mulan Kwok. Yang perlu dicatat, akting Shanty sebagai Butet jauh lebih baik dibanding perannya di film Kala.
Film ini bercerita tentang Dibyo [Ringgo Agus Rahman] seorang pemeran figuran yang mengaku sebagai seorang actor. Dia bernasib sial karena menghamili Mira [Mulan Kwok]. Mira adalah karyawan kantoran yang pisah ranjang dengan suaminya, seorang kepala preman gank Batak. Dari sana mulailah petualangan Dibyo untuk bisa bertemu dengan suami Mira, sampai akhirnya dia dipilih sebagai pemimpin preman menggantikan suami Mira yang masuk penjara.
Kemampuan Monty Tiwa menulis cerita dengan humor yang lumayan segar dan menghibur membuat film ini layak ditonton. Lagu tema film pun terasa begitu indah dengan mendaur ulang lagu-lagu Batak menjadi lebih easy listening. Selanjutnya, di sepanjang film ada beberapa kejutan. Seperti di scene akhir-dengan setting tempat di pemakaman, penonton digiring seolah-olah itu pemakaman Dibyo. Padahal…
Kelemahan film ini hanya di pencahayaan dan beberapa pengambilan gambar yang tidak fokus.




© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help