warm smile|good heart|high spirit|positive thinking|white love|lovely mates|happy life|fresh air|beautiful day|starry night

...and write what I want to write.

Blog Entrybibir [3]Jun 25, '08 11:50 PM
for everyone

katanya, bibirmu manis

setiap berkunjung, ia betah berlama-lama di sana

katamu, bibirnya dingin

kau tak bergairah walau ia sesap setiap milimeter dari bibirmu

 

ketika berbulan-bulan bibirnya tidak berkunjung, bibirmu tak kesepian

selalu ada bibir-bibir lain yang datang padamu

.

.

.

tetapi kini [setelah sekian lama],

bibirmu tidak manis lagi

bibirmu asam, pahit, dan sedikit beraroma aneh

 

mungkinkah ia menemukan bibir yang lebih manis daripada milikmu?


Blog EntryKetika Sore [3]Jun 24, '08 4:47 AM
for everyone

angin berhembus menembus jendela kaca yang terbuka

gorden putih tipis melambai-lambai

ia duduk berkawan secangkir kopi agak pahit dan tujuh batang rokok putih di ruang tengah

sore ini terasa indah,

kesejukan udara membuatnya tenang

hembusan angin berbenturan dengan asap rokok yang mengambang

tatap matanya sepi, tak perlu menerawang ke mana-mana

pada hatinya ia berbisik pelan, pelan sekali

“inilah saatnya untuk membayar dendam.”



[Maret 2008]


Blog EntryJangan Pergi, Ini Rumahmu!Jun 23, '08 11:30 PM
for everyone
buka semua jendela dan pintu
biarkan angin masuk, sejuknya membuatmu terbang
ruang ini adalah tempatmu, jiwamu berlabuh di dalamnya
warna-warni cahaya, gelap hati, putih rindu, kelabu pandang bermuara di sini
ada musik yang selalu menemani, mengiringi suasana hatimu
musik keras membuatmu berteriak dan melompat
musik riang mengajakmu menari
musik pelan mengabari bahwa kau sedang sepi
jangan pergi, ini rumahmu!



[Maret 2008, diselesaikan 24 Juni 2008]

Blog EntryThe Rumpies Live In ConcertJun 5, '08 3:58 AM
for everyone
PS:
untuk pemesanan tiket, bisa menghubungi contact person di bawah ini:
Kiswasono [0811101402]
Elvi Safitri [081389553062


Blog EntryKetika Sore [2]May 28, '08 5:21 AM
for everyone

Bergegaslah keluar

Hentikan semua kesibukan

Sore ini kau tak perlu bekerja

Lihatlah! Langit biru di atasmu

Awan putih berarak tersenyum

Manusia berlalu-lalang dengan tawa

Angkat kakimu, menarilah di trotoar

Sopir bus kota mengerling mata bahagia melihat tarianmu

 

Lagi-lagi sore yang [mungkin] sempurna

Hati yang berduka sementara tersaput warna matahari

Seruputlah kopi, teh, dan air putih di cangkir yang terhidang di atas meja

Pandanglah wajah-wajah di sekeliling, dan beri mereka senyum

Aku tahu kau tak bisa menghapus tangismu

Sama seperti aku yang tak bisa mengosongkan rasa kosong di hatiku

Mata kita saling bertatap, saling mengerti

Suasana sore ini membuat kita lupa bahwa kita tetap sebagai orang yang terluka

 

Sore ini [tetap berharap yang sempurna] akan segera berlalu…



Blog EntryKetika Sore [1]May 28, '08 4:13 AM
for everyone

Sore hari yang [mungkin] sempurna

Duduk dengan kaki berjuntai di atas meja, terkadang bersila

Memandang ke jalan, motor-motor dan orang-orang terlihat jelas

Kopi instant setengah pahit menemani,

Rasanya cukup membuat mata terjaga

 

Berbincang dengan seorang kawan muda

Yang bercerita tentang sesuatu yang tidak terlalu penting-

Tetapi menghibur sore ini

Dari komputernya,

Sebuah lagu lama berulang terdengar:

“menangislah embun pagi yang tak lagi bersih…

… robot-robot bernyawa tersenyum menyapaku…

… wahai kawan, hai kawan bangunlah dari tidurmu

masih ada waktu untuk kita berjuang…

… buanglah mimpi-mimpimu…”

 

Aku seperti bernostalgia

Otak melayang ke langit

Seperti kedua tanganku yang meliuk mengambang mengikuti bunyi perkusi dalam lagu itu

 

Sore hari yang [kuharap] sempurna

Untuk mengucapkan ‘selamat tinggal kegelapan’

Dan ‘selamat datang kegelapan’ yang lain.

 

PS:

di kantor, lembur: 16.45 – Kamis, 1 Mei 2008, ditemani lagu ‘Esek-Esek, Udug-  Udug’ dari Swami [1990]


Blog Entry'Konser Vina' 17 Mei 2008 - Plenary Hall, JCCMay 19, '08 4:26 AM
for everyone
Vina Panduwinata atau Dewi Sastaviyana Panduwinata, bagi saya, adalah sebuah pesona. Dari usia dini waktu masih di Sekolah Dasar di kota kelahiran saya, Bukittinggi pada awal tahun 1980an, saya sudah mengenal lagu-lagunya dan mencintai suaranya. Vina adalah ‘the real diva’! Oleh sebab itu, saya selalu menunggu ‘showcase’ atau konser beliau. Konser kedua Vina Panduwinata yang bertajuk ‘Konser Vina’ yang diselenggarakan di Plenary Hall, JCC pada Sabtu malam 17 Mei 2008 tetap memberikan nuansa yang indah untuk para pencinta Vina, walau konser pertama ‘Viva Vina’ pada Sabtu 18 Februari 2006 di tempat yang sama lebih bagus dari yang kemarin. ‘Konser Vina’ dibuka dengan Overture: ‘Wow’, ‘September Ceria’,dan ‘Apa Kabar’ dari Twilite Orchestra yang dipimpin oleh Addie MS. Pembukaan yang sangat bagus! Setelah itu Vina keluar dari belakang panggung menyanyikan lagu berbeat ‘Logika’, ciptaan Oddie Agam dari album ‘Cium Pipiku’. Otomatis para penonton ikut bernyanyi mengiringi Vina. Selanjutnya, ‘Rintangan’ mengalun. Satu hal yang menarik buat saya adalah ketika di akhir lagu ‘Rintangan’, Vina menanyakan siapa pencipta lagu tersebut. Dan sebagai ‘Vinaholic’, saya spontan berteriak “Tito Sumarsonooooooo”. Lagu ketiga yang dinyanyikan Vina adalah lagu favorite saya, ‘Masih Adakah Ceria’ ciptaan Johannes Purba yang diambil dari album kedua ‘Citra Pesona’ [1983]. Saya sangat bahagia karena lagu ini adalah lagu ‘rare’, lagu yang tidak hit dan [mungkin] tidak pernah dibawakan Vina. Seminggu sebelum konser, saya sempat menanyakan kepada Vina waktu menjadi ‘penyiar’ dadakan di Bahana FM di acara ‘Beat On 80s’ apakah lagu ini akan dibawakan di ‘Konser Vina’, beliau menjawab: iya. Ketika bait pertama lagu ini dinyanyikan, hanya suara saya dari barisan penonton festival yang ikut bernyanyi. Vina langsung bertanya, ‘Siapa yang ikut bernyanyi tadi?’ Para penonton di dekat saya langsung menunjuk dan mendorong saya ke depan, dan dari atas panggung Vina menyodorkan mic kepada saya. Kemudian, dari mulut saya mengalunlah nada sumbang bait pertama dan kedua lagu 'Masih Adakah Ceria'.
Lagu-lagu berikutnya adalah 'Dia', 'Cinta, Cinta, Cinta', 'Senyum Untuk Tuhan', dan 'Surat Cinta'. Khusus lagu 'Senyum Untuk Tuhan', Vina menggandeng pemain harpa Maya Hasan dan Lisa. Lagu ini diciptakan Ria Prawiro dan belum pernah dibawakan sama sekali oleh Vina. Suara Vina sangat membahana dan penuh penghayatan dengan petikan harpa Maya Hasan dan Lisa, yang membuat saya merinding.
'Si Bogel' ciptaan Dodo Zakaria dinyanyikan dengan bersahaja oleh Vina, dan lagu ini termasuk lagu 'rare' tetapi konon sering di-request para pesohor Jakarta. Ketika Vina menyanyikan lagu 'Wow', terjadi satu insiden. Beberapa lampu neon yang menerangi layar  besar untuk visual di atas panggung berjatuhan. Selanjutnya, Vina menyanyikan lagu 'Pelangi Rinduku' ciptaan Dodo Zakaria dari album 'Vina 2000'. Sebelum dan setelah menyanyikan lagu ini, Vina bercerita tentang almarhum Dodo Zakaria dan sejarah lagu 'Pelangi Rinduku'. Di tengah sampai akhir lagu, mata Vina berkaca-kaca. Satu hal yang saya perhatikan adalah, empati para penonton sangat kurang! Sebelum menyanyikan lagu ini, Vina menyebut dan memanggil nama 'Vanya', tetapi penonton tidak tahu siapa yang dimaksud. Kemudian di akhir lagu, Vina mengatakan bahwa 'Vanya' itu adalah anak semata wayang dari Dodo Zakaria, dan lagu tersebut diciptakan Dodo buat putrinya - dan para penonton merespon "Ngomong dong dari tadi!" Wakssssss... Sungguh aneh penonton kita!
Lagu berikutnya adalah 'Kisah Insani', dan Vina berduet dengan almarhum Chrisye. Walau penampilan seperti ini bukanlah hal yang baru, tetapi menghadirkan suara Chrisye ke atas panggung dan berduet dengan Vina sungguh merupakan suguhan yang menarik dan memberi aura yang berbeda kepada penonton. Satu lagi lagu 'rare' yang dibawakan Vina adalah 'Duniaku Tersenyum'. Lagu  pop balada yang diciptakan Bagoes AA ini dinyanyikan dengan manis.
Vina juga membawa Rumpies ke atas panggung, kelompok vokal yang cukup terkenal di akhir 80an. Rumpies terdiri dari Vina Panduwinata, Atiek CB, Malyda, dan Trie Utami. Mereka mengusung tiga lagu, yaitu 'Kalau Kau', 'Enggak Jelas', dan 'Nurleila'. Pada dua lagu pertama, terjadi sebuah insiden lagi. Mic yang dipegang oleh Atiek CB, Malyda, dan Trie Utami tidak berfungsi dengan baik, suara mereka tidak terdengar dengan maksimal. Suasana yang tidak asyik ini bisa sedikit mencair dengan kemampuan Vina berkomunikasi secara verbal dengan personil Rumpies yang lain dan dengan penonton. Vina juga menyodorkan mic secara bergilir kepada Atiek CB, Malyda, dan Trie Utami. Pada lagu 'Nurleila', suara mereka sudah mulai terdengar dengan baik. Kemunculan Atiek CB di panggung disambut antusias penonton karena dia sudah lama tidak tampil. Suara Malyda masih saja bagus dan centil walau kepalanya sekarang ditutup rapat dengan jilbab. Yang saya kurang mengerti, waktu Trie Utami bernyanyi beberapa penonton berkoor ringan 'Uuuuuuu...' Saya melihat bahwa sampai Rumpies berlalu ke belakang panggung, penonton masih banyak yang berteriak memanggil nama Atiek CB.
Afghan, penyanyi solo pria pendatang baru yang juga menjadi bintang tamu pada konser ini, tampil menyanyikan lagu lawas Vina 'Biru'. Kemudian, dia berduet dengan Vina dalam dua lagu, yaitu 'Bahasa Cinta', yang pernah populer lewat suara Vina dan almarhum Broery Pesolima dan 'Begitulah Cinta', yang aslinya dinyanyikan oleh Vina dan Harvey Malaiholo.
Lagu-lagu berikutnya adalah 'Cium Pipiku', 'Maaf',  'Di Dadaku Ada Kamu',  dan 'Aku Makin Cinta'. Seperti biasa, Vina mengajak satu penonton pria ke atas panggung pada lagu 'Cium Pipiku'. Lagu 'Maaf' dibawakan cukup bagus dan mengesankan dengan musik yang menghanyutkan. Beberapa penonton ikut bernyanyi. Vina tidak lupa menyanyikan 'Di Dadaku Ada Kamu', lagu ciptaan Dodo Zakaria yang masih sering terdengar di stasiun radio. 'Aku Makin Cinta' dinyanyikan Vina dengan koor para penonton. 'Konser Vina' ditutup dengan lagu 'Cinta Indonesia' dengan diiringi Alpha Plus Dancer. Setelah itu, penonton tetap menunggu dengan teriakan 'We want more, we want more!', dan konser ditutup tanpa encore.

Secara keseluruhan 'Konser Vina' cukup bagus walau ada beberapa insiden. Lagu-lagu yang dimainkan cukup bervariasi, dari lagu-lagu lama [tahun 1980an] sampai lagu-lagu Vina di tahun 2000an, dari lagu-lagu hit sampai lagu-lagu 'rare' atau second layer. Seperti konser dua tahun yang lalu, Addie MS dengan Twilite Orchestra bertindak sebagai music director. Addie mengusung 60 pemain termasuk backing vocals. Beberapa musisi lama yang cukup terkenal ikut di dalamnya seperti Aminoto Kosin [piano] dan Denny TR [gitar]. Art director oleh Inet Leimena dan Merah Putih Showbiz sebagai promotor.



















Set list:
1.    Overture: Wow, September Ceria, Apa Kabar oleh Twilite Orchestra pimpinan Addie MS
2.    Logika ciptaan Oddie Agam [album Cium Pipiku - 1987]
3.    Rintangan ciptaan Tito Sumarsono & Pancasilawan [album Citra Ceria - 1984]
4.    Masih Adakah Ceria ciptaan Johannes Purba [album Citra Pesona - 1983]
5.    Dia ciptaan Randy Anwar [album Citra Ceria -1984]
6.    Cinta, Cinta, Cinta ciptaan Adjie Soetama [album Adjie Soetama dan Rekan -1989]
7.    Senyum Untuk Tuhan ciptaan Ria Prawiro [album 15th Year of Composition, Ria Prawiro]
8.    Surat Cinta ciptaan Oddie Agam [album Cium Pipiku - 1987]
9.    Si Bogel ciptaan Dodo Zakaria [album Cium Pipiku - 1987]
10.  Wow ciptaan Oddie Agam [album Wow, Kring Kring - 1989]
11.  Pelangi Rinduku ciptaan Dodo Zakaria [album Vina 2000 - 2000]
12.  Kisah Insani ciptaan Chrisye, Erros Djarot, Iman RN [album Sendiri, Chrisye - 1985]
13.  Duniaku Tersenyum ciptaan Bagoes AA [album Citra Ceria - 1984]
14.  Kalau Kau w/ Rumpies cipt Erwin Badudu & Deddy D [album Nurleila,Rumpies - 1989]
15.  Enggak Jelas w/ Rumpies cipt Mus Mujiono & Deddy D [album Nurleila, Rumpies -1989]
16.  Nurleila w/ Rumpies cipt Sam Bobo & Deddy Dhukun [album Nurleila, Rumpies - 1989]
17.  Biru oleh Afghan, ciptaan Dian PP & Deddy Dhukun [album Cium Pipiku - 1987]
18.  Begitulah Cinta duet w/ Afghan ciptaan Oddie Agam [album FLPI '88 - 1988]
19.  Cium Pipiku ciptaan Adjie Soetama [album Cium Pipiku -1989]
20.  Maaf ciptaan Titik Hamzah [album Citra Pesona - 1983]
21.  Di Dadaku Ada Kamu ciptaan Dodo Zakaria [album Citra Ceria - 1984]
22.  Aku Makin Cinta ciptaan Loka Manya [album Aku Makin Cinta - 1995]
23.  Cinta Indonesia cipt Guruh Soekarno Putra [album Pagelaran Karya Cipta GSP - 1984]

Blog EntryMaaf [Vina Panduwinata]May 17, '08 5:12 AM
for everyone
aku cinta kepadamu
maafkan diriku karena cintaku
aku bagai seekor pungguk hilang bulan
selimuti aku dengan kasih sayang
biar hatiku tak bergoncang

apabila kau tak dapat mencintai diriku
maafkan daku karena pedihku
maafkan daku karena sedihku
maafkan daku karena pedihku
maafkan daku karena sedihku

dengan dua belah tanganku
kan kututup perasaan malu
dan palingkan dirimu dari daku
biar kukembali ke sudutku pilu
biar duduk dalam gelap sendu

namun bila satu waktu kaurindukan kembali diriku
maafkan daku karena raguku
maafkan daku karena dendamku
maafkan daku karena raguku
maafkan daku karena dendamku


PS: 'Maaf' terdapat di album 'Citra Pesona' [1983] dan diciptakan oleh Titik Hamzah. Lagu ini akan dibawakan Vina Panduwinata di konser malam ini.



Blog EntryMasih Adakah Ceria [Vina Panduwinata]May 9, '08 7:12 AM
for everyone
kucari dalam belantara duka sebuah ceria,
yang telah lama hilang ditelan belukar asmara
di masa bahagia, kurindukan lagi
manisnya ceria cinta


namun tiada tanda kutemui
hanya kesunyian hari yang harus kuselusuri
adakah jawaban di perjalanan ini
yang kucari sampai entah kapan

reff:
kutanya pada langit biru
kutanyakan bayu
masih adakah ceria yang kucari
keberjalan bersama hati yang tersendat pilu
namun kupercaya pada yang Maha Pengasih

oh Tuhan kuatkanlah iman ini
dan berikanlah rahmatMu
'tuk menghadapi semua ini


PS:
Lagu ini terdapat di album Vina Panduwinata 'Citra Pesona' [1983] produksi Jackson Records. 'Masih Adakah Ceria' diciptakan oleh Johannes Purba, dan merupakan salah satu lagu favorite saya. Mudah-mudahan di konser Vina yang kedua 17 Mei 2008, lagu ini dibawakan.




Blog Entry19 Panggung [Puisi tentang Java Jazz 2008]Mar 27, '08 3:51 AM
for everyone
semua panggung berirama
musiknya terdengar di sudut-sudut gelanggang ini
aku datang untuk bersenang,
menikmati musik yang ditawarkan mereka
tetapi, kakiku tetap di sini
di satu tempat yang jauh dari panggung

aku mencarimu, kawan
yang hilang tiba-tiba!


Blog EntryD'Sound [Puisi tentang Java Jazz 2008]Mar 27, '08 3:46 AM
for everyone
berjingkraklah si cantik Simone dengan gaun tipis berwarna hitam
kakinya dibiarkan tanpa alas
ia bergerak,
dan berlari ke penjuru panggung
senyum dan tawa terus menghiasi raut mukanya

“mari berdansa!” ajaknya
dan aku pun menari dalam sunyi




Sabtu, 8 Maret 2008
direvisi: Senin, 24 Maret 2008


kepada Omar Sosa,
kularungkan kegelapan ini dalam jari-jarimu yang menari di atas tuts piano
bawalah aku dengan lagumu
aku ingin berteriak, tetapi suara pianomu menenggelamkan suaraku.


Minggu, 9 Maret 2008
direvisi: Rabu, 26 Maret 2008


Blog EntryOmar Sosa - Part 1 [Puisi tentang Java Jazz 2008]Mar 25, '08 11:57 PM
for everyone

aku melukis sepi

dalam denting piano Omar Sosa yang seakan mencabik dada

merah lampu yang menyinari panggung seperti kecipak darah di tubuh yang pedih

nada-nada yang tercipta sangat indah,

mengharmonikan bunyi-bunyi gendang, gitar, sitar, dan alat-alat musik aneh yang bergantian dimainkan

lantai panggung merah menyala serasi dengan hitam pekatnya ruang besar ini

semakin lama, semakin tinggi musik membahana di jiwa

dan aku

             t

               e

                 r

                   k

                     a

                       p

                         a

                            r

                              .



Minggu, 9 Maret 2008
direvisi: Rabu, 26 Maret 2008

Blog Entrylast niteFeb 26, '08 1:09 AM
for everyone
stupid [but various] talk
nite till dawn
two places in one building
with crazy people*
now, I am bloody sleepy

*anya, waraney, jorgy, festi, niken, yoshi, astri, michael johani, flo, isky, sitohang



Blog Entrygood friendsFeb 18, '08 9:47 PM
for everyone
"I've lost a good friend,
...will I lose my other good ones then?"

Blog EntryShe rules! She's Amy Winehouse.Feb 12, '08 8:53 AM
for everyone
Amy Sweeps Grammys
Amy swept the board last night at the 50th Annual Grammy Awards in Los Angeles. She picked up a stunning 5 awards in the six categories in which she was nominated. Amy performed via a live satellite link form London putting on a show stopping rendition of 'You Know I'm No Good' and 'Rehab'.  One of the awards was for the highly coveted ‘Record of the Year’ which Amy gratefully and graciously accepted to massive audience appreciation. Her full list of award wins are: Record of the Year [Rehab], Best New Artist, Song of the Year [Rehab], Pop Vocal Album [Back To Black], and Female Pop Vocal Performance [Rehab]. She was one of the biggest winners of the night with no other artist taking home more awards than she did.

Blog Entryair mataFeb 5, '08 7:44 AM
for everyone
aha, akhirnya saya meneteskan air mata juga ketika selesai tes darah dan urine sesuai anjuran dokter penyakit dalam. seluruh perut saya sakit selama dua minggu lebih ini, dan sakitnya maha dahsyat. saya tak tahan membayangkan sakit, hidup sendiri, dan jauh dari orang tua.
mudah-mudahan saya kuat!

Blog EntryAdaptasi Yang [Sangat] Berat!Jan 29, '08 3:54 AM
for everyone

Sudah 3 minggu saya pindah ke tempat baru di Cilebut, dan hidup saya menjadi berubah! Saya harus beradaptasi dengan banyak hal di sana - adaptasi yang [sangat] berat, yang menimbulkan kendala-kendala. Kendala-kendala itu cukup mengganggu dan membuat saya kehilangan semangat.

Pertama pindah hari Minggu 6 Januari 2008, saya hanya memindahkan barang-barang dan tetap tidur di tempat lama [Ciawi]. Barang-barang tersebut dibiarkan di dalam kardus-kardus dan kantong-kantong plastik. Kemudian saya pindah secara total hari Kamis 10 Januari.

Kendala pertama yang saya hadapi adalah: listrik mati. Sebelumnya, saya sudah menghubungi PLN Semplak tentang masalah itu. Mereka mengirim teknisi untuk mengecek dan memperbaiki aliran listrik yang terputus itu, tetapi tetap saja listrik di rumah saya tidak menyala. Selanjutnya saya minta tolong teknisi kantor untuk mengecek. Ternyata, memang ada kerusakan. Kabel arus dan massa tidak terpasang dengan semestinya.

Kendala kedua adalah air. Pompa air yang disuplai oleh developer tidak bisa digunakan dan saya harus membeli pompa baru yang lebih baik. Seorang kawan [tetangga di blok lain] membantu saya memasangnya. Setelah airnya mengalir [walau kurang bersih - kata kawan saya itu saya harus menambah kedalaman sumur untuk mendapatkan air yang banyak dan bersih, tetapi saya tidak punya cukup uang lagi untuk itu], ternyata ada kebocoran pada pipa yang dipasang di atas plafon [di bawah atap]. Airnya merembes turun menembus plafon. Akhirnya saya matikan pompanya. Sebagai solusinya, seorang kawan [tetangga sebelah rumah] menyuplai kebutuhan air saya hari per hari sampai saya bisa memperbaiki atau mengganti pipa yang bocor di atas plafon. Semangat saya jadi berkurang karena saya biasanya tinggal di tempat yang airnya selalu mengalir dengan baik dan berlimpah. Sekarang, saya mesti hidup dengan suplai air dari tetangga. Berat sekali!!! Saban pagi atau malam saya mengangkat air beberapa ember untuk mengisi bak mandi dan gentong [ember besar].

Kendala berikutnya adalah jarak tempuh yang lumayan jauh dari kantor. Kalau dulu saya membutuhkan 10 menit ke kantor dan sekarang saya harus berjalan kaki ke stasiun Cilebut, terus naik kereta api [KA] sampai stasiun Bogor. Dari sana, saya mesti naik 2 kali angkot lagi untuk sampai kantor. Untuk satu hal mungkin oke-oke saja, contohnya ketika saya berpergian ke Jakarta saya tinggal naik KA. Tetapi, untuk banyak hal jarak yang cukup jauh ini melelahkan. Semisal ketika saya balik dari Jakarta, saya tidak bisa pulang larut [seperti yang biasa saya lakukan]. KA terakhir dari stasiun Cawang pukul 20.30, dan kalau pulang naik bis rute yang saya tempuh cukup jauh: UKI-Terminal Bogor-Juanda-Cilebut. Bisa dibayangkan besoknya mesti kerja lagi!

Selanjutnya, cuaca di tempat baru sangat panas – padahal Cilebut itu masih bagian dari Bogor. Tidur saya tidak pernah nyenyak karena keringat yang mengucur lancar dari sekujur tubuh dan nyamuk berdengung di semua penjuru. Salah satu solusinya adalah dengan menyalakan kipas angin, walau panas dan nyamuk tidak hilang seratus persen. Bagi saya, beradaptasi di tempat baru ini sangat berat. Barang-barang saya belum ditata dengan baik, masih tersimpan di dalam kardus dan  kantong plastik yang teronggok di sudut-sudut ruangan. Hari Minggu 20 Januari, saya sempatkan untuk membereskan barang-barang tersebut, tetapi karena telat dan salah makan maag saya kambuh. Saya terpaksa istirahat di rumah selama hampir seminggu. Sampai sekarang sakit di perut masih terasa, dan saya khawatir sakitnya lebih dari sekadar maag. I think I must see the doctor again tomorrow morning!

Blog Entrykau... [2]Jan 16, '08 3:47 AM
for everyone
1.
terbangun di tempat baru,
tempat yang telah lama diimpikan
dan, kau merasa asing
sekelilingmu hanya tumpukan kardus dan rongsokan di dalam kantong plastik-
yang tergeletak berantakan di lantai putih kotor bertanah
jendela-jendela kaca menganga di balik terali besi, ditutup kain seadanya
terkadang orang-orang yang berlalu lalang menengok ke dalamnya
kau bergerak ke kamar mandi, tetapi air tidak mengalir untuk membasuh tubuh.
2.
kini kembali sepi,
setelah sebulan lebih kau timbun sepimu dalam peti hitam
pagimu redup, walaupun matahari begitu cerahnya bersinar
kegamangan untuk memulai hari semakin kuat
kaki lunglai melangkah.
3.
telepon terus berdering sepanjang hari
garis mati sedang mendekat
layar komputer mencatat kalkulasi, jadwal, dan tabel tak jelas
atasanmu tetaplah seorang bos, yang perintahnya adalah wajib
sedangkan otakmu sudah lama berhenti berpikir.
4.
malam-malam menjadi kosong
hanya berteman rokok dan asapnya
pedih menjalar ke hati
saat kau menemukan orang yang dikasihi tidur dengan kawanmu
kau dikhianati
akhirnya kau sadar cinta dan seks adalah racun.


Bogor, 16 Januari 2008

Blog EntryHappy Nu Year 2008Dec 28, '07 10:26 PM
for everyone
Happy New Year 2008










Pages:123456
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help